Rabu, 07 Februari 2018

Tantangan 10 hari Game Bunda Sayang Level 4 "Mengenal Gaya Belajar Anak" Hari 1-7

Asaalamualaikum..
Bismillah..

Kali ini kelas Bunda Sayang saya sedang masuk ke dalam materi Mengenal Gaya Belajar Anak.
Menurut materi dalam kelas Bunsay, ada 3 tipe gaya belajar anak, yaitu visual, auditori dan kinestetik.

Selama ini saya sudah yakin bahwa Jiddan adalah tipe anak dengan gaya belajar visual, tapi tidak ada salahnya jika saya buat project khusus selama periode tantangan ini untuk lebih menelisik lebih dalam gaya belajarnya.

secara garis besar untuk anak seusia nya memang cenderung ke visual-kinestetik karena perbendaharaan kata anak pada usianya masih sangat kurang. Yang dikatakan pun cenderung seperti babling, tapi dari belajar menirukan kalimat ini kita juga bisa tahu tipe pembelajar apakah anak kita ?

saya menggunakan lembar observasi yang dibuatkan oleh Ibu Fasilitator Kelas Bunsay saya yang luar biasa untuk memudahkan proses pengamatan. kurang lebihnya gambaran dari hari 1-7 adalah seperti ini :

hari 1 :
aktivitas bermain peran, bernyanyi dan menirukan mama.
respon :Jiddan lebih suka melihat mama menyanyi sambil menggerak kan badan dan tepuk tangan, tidak mau ikut menyanyi. saat bermain peran Jiddan mendapat instruksi dari mama untuk pura pura berangkat sekolah mengunakan sepeda. dia langsung mengambil tas dari tempat nya, mencoba memakai tas sendiri, lalu naik sepeda. Hanya sedikit keluar kata - kata saat minta tolong dibantu memakai tas. saat belajar menirukan mama Jiddan fokus melihat gerakan mulut mama, lalu menirukan suku kata terakhir.
gaya belajar : visual

hari 2
aktivitas : menggambar dengan crayon
respon : Jiddan lebih suka melihat mama menggambar, bisa fokus duduk lama saat mama menggambar beraneka bentuk gambar sambil bercerita, Jiddan juga merespon berkata "ini apa..lalu menirukan kata2. saat diberi crayon Jiddan mencoret2 sedikit dan lebih suka memainkan beberapa crayon sekaligus untuk dikletekin kertas pembungkusnya.
gaya belajar : visual

hari 3 
aktivitas :memberi makan burung
respon : Jiddan sangat suka mengejar2 burung, dia menerima instruksi dengan baik untuk memberi pakan burung. bahkan saat pakan habis dia lari sendiri ke tempat karung pakan burung dan mengambil pakan sendiri tanpa diperintah,
gaya belajar :visual

hari 4
aktivitas : bermain di museum kereta
respon : Jiddan awalnya tampak lama beradaptasi di museum kereta, hanya mau digendong. namun lama kelamaan Jiddan mau memegang megang kereta saat saya mengingatkannya dengan tokoh Thomas yang ada gambarnya di tas dan beberapa barang miliknya. apalagi saat kereta mau jalan, saat mendengar suara bel kereta dia sepertinya biasa saja, namun setelah saya ingatkan suara bel itu sama seperti yang di buku kereta api di rumah dia baru menunjukkan kalau ingat sesuatu,
gaya belajar : visual

hari 5
aktivitas : pijat dengan bidan
respon : hari itu jiddan cukup lelah setelah mudik dari tempat kakung di luar kota. aktivtas hari itu saya batasi untuk istirahat. kebetulan saya biasa memanggil bidan untuk pijat bayi, saya pikir ini juga bisa menjadi salah satu sumber belajar anak. sekaligus saya mengamati karakternya saat bertemu dengan bu bidan. memang jiddan selalu menangis saat dipijat, kali ini saat bu bidan baru masuk rumah dia melihat dengan serius dan mulai menunjukkan ekspresi tegang. saat pijat dimulai Jiddan tidak menangis namun saat melihat wajah bu bidan dia mulai menangis.

gaya belajar :visual

hari 6
aktivitas : memilih mainan
respon : dalam permianan ini saya siapkan boks mainan yang berisi berbagai macam mainan yangs ering dia mainkan. saya memberi instruksi untuk mengambil salah satu mainan dan menyebutkannya. 5 jenis mainan betul dia ambil tapi yang bisa disebutkan hanya menyebut "tang, ngeng2, truk, dan bebek"
gaya belajar : visual auditori

hari 7
aktivitas : naik motor dengan mama
respon : Jiddan hari ini bepergian lumayan jauh dengan mama menggunakan motor. biasanya hanya naik motor ke tempat uti yang jaraknya ga sampai 1 km. selama perjalanan Jiddan bisa duduk anteng, merespon takjub saat bertemu dengan bus dan truk yang kita papasi. saat baru duduk di kursi depan dia langsung menunjuk jaket dan bilang "bebek" sebagai tanda dia minta pakai jaket dan topi bebek kesayangannya yang sellau dipakai saat naik motor. saat perjalanan pulang, Jiddan sudah menunjukkan tanda mengantuk, saya sampaikan adek duduk saja bobok senderan mama. dia pun tidak rewel dan tidur
Gaya belajar : visual

Hari 8
Aktivitas : menyusun kaleng
Respon : Jiddan memang suka ikut saya di petshop dan bermain dengan barang2 yang ada. Saat dia mengambil kaleng cat food aaya tercetus ide untuk mengajaknya menyusun kaleng sampai tinggi. Awalnya jiddan tidak paham dan hanya melihat sampai tersusun satu tumpukan kaleng yang tinggi. Lalu dia ikut mengambil kaleng dan menyusun nya satu demi satj sampai tinggi. Saat sudah tinggi lucunya dia dekatkan dua susunan kaleng dan dia jalan berhimpit2 di antara dua susunan kaleng seperti dia sedang melewati sesuatu yang luar biasa.
Gaya belajar : visual

Hari 9
Aktivitas : mendengar dongeng
Respon : karena sedang sakit, kegiatan jiddan saya batasi. Saya mencoba mengajaknya belajar dengan mendengarkan dongeng. Jiddan agak susah fokus menyimak dongeng yang saya ceritakan, dia sering berbicara sendiri tentang hal lain. Namun ketika saya mendongeng sambil menunjuk gambar2 binatang di wallpaper dinding kamar dia langsung menyimak dongeng dan merespon dengan senyum, tepuk tangan dan mengikuti cerita.
Gaya belajar : visual

Hari 10 
Aktivitas : mengenal bagian tubuh
Respon : saat saya mengenalkan bagian tubuh dengan menyentuh dan mengatakan nama bagian tubuh jiddan tidak menggubris. Dia masih saja bergerak tidak menyimak. Lalu saya coba pegang bagian tubuhnya, lalu mengatakan nama bagian tubuhnya dengan perlahan dan meminta nya untuk mengikuti dia baru mau. Seperti saat megang rambut nya. Saya bilang "ini ram...buut" dia ikuti berkata "but".
gaya belajar : kinestetik


Jumat, 19 Januari 2018

Membaca kisah Nabi

Sebetulnya membacakan buku untuk jiddan sudah menjadi rutinitas hampir tiap hari. Buku buku jiddan saya letakkan di rak mainan yang sangat mudah dia ambil sendiri. Biasanya dia mengambil buku sendiri dan meminta saya untuk membacakan.

Buku buku jiddan sudah lumayan banyak. Beberapa hardbook import yang saya beli jastip saat ada diskon big bad wolf di jakarta dan juga satu seri buku halo balita tentang kisah dalam Al Quran.

Di antara buku2 tersebut ada beberapa buku favorit yang paling sering jiddan ambil. Jiddan sudah bisa membedakan mana buku yang paling dia sukai. Kebanyakan buku yang di dalamnya banyak gambar binatang dan memiliki cerita yang sedikit menegangkan.

Seperti buku kisah raja abrahah yang menyerang kabah dengan tentara gajah dan juga kisah nabi nuh yang ditelan oleh ikan paus. Meskipun belum terlalu bisa mendalami cerita namun jiddan tertarik saat intonasi cerita saya sedang naik dan mulai mendramatisir. Ditambah lagi ada gambar binatang binatang yang lucu dia pasti ikut bereaksi menunjuk nunjuk buku sambil berteriak-teriak, tertawa dan bertanya apa.

Pengen Membuka Kulkas Terus

Salah satu aspek kecerdasan ada di antaranya kecerdasan menghadapi tantangan. Pada usia jiddan sekarang ini paling sulit adalah bagaimana dia bisa menerima jika kondisi yang terjadi tidak sesuai dengan yang dia inginkan.

Jiddan ini paling suka membuka pintu kulkas. Entah apa yang dia paling suka.. Yang jelas saat kulkas terbuka dia main utik2 dengan segala barang yang ada di dalam kulkas. Diambil lalu dikembalikan lagi.

Saat kulkas saya tutup dia menangis sejadi jadinya.

Yang paling bisa saya lakukan adalah pertama memberinya pengertian. Dengan perlahan saya minta ijin untuk menutup kulkas dengan alasan nanti makanan yang didalam busuk ga bisa dimakan. Namun dia tetap belum mau menutup kulkas. Lalu alasan lain.. Nanti kulkas nya rusak. Sepertinya dia belum paham juga.

Cara terakhir adalah memintanya mengambil barang yang paling menarik di dalam kulkas lalu jiddan diajak membuka, melihat gambarnya atau menikmati barang tersebut dan menyuruhnya menutup pintu kulkas sendiri. Seperti contohnya saya langsung ambil susu UHT.. Lalu saya tunjuk gambar sapi nya dan tuang susunya dengan gelas yang dia pegang sendiri. Ternyata dia lebih tertarik dan mau menutup pintu kulkas dengan kemauannya sendiri.

Bermain dengan alam : Turun ke Sawah

Lokasi rumah kami terletak di perumahan yang berada di tengah-tengah sawah. Meski hampir tiap hari melihat sawah saat mengendarai motor atau mobil. Belum pernah sekalipun saya mengajak jiddan ke tengah - tengah persawahan.

Mumpung ada momeb tantangan bunsay ini beberapa hari yang lalu saat di pagi hari saya mengajak jiddan untuk jalan jalan di sawah.

Cuaca pagi itu cukup sejuk dan alhamdulillah tidak hujan seperti biasanya. Banyak capung dan burung berterbangan. Sungai juga sedang mengalir deras dan jernih. Jiddan pun mau turun dari gendongan saya dan berjalan di jalanan kecil di tengah sawah. Dia tampak sangat menikmati.. Dia melihat sungai dan menunjuk nunjuk sambil bergumam "apaah..apaah..".

Lalu saya tanya.. Sawah nya mana.. Dia menunjuk sawah. Burung nya mana.. Dia menunjuk arah atas. Lalu ada suara pesawat terbang, dia mengangkat tangannya sebagai tanda kalau ada pesawat terbang.

Saking menikmatinya dia sampai enggan saat saya ajak kembali ke rumah ^^

Kecerdasan emosional : Berbagi Mainan

Saya pernah menyimak video bu elly risman yang menyatakan di usia seperti anak saya sekarang ini (1,5 tahun) anak memang belum bisa berbagi mainan dengan temannya. Di usia ini anak dalam tahap individualisasi dan mulai ada rasa kepemilikan akan sesuatu.

Tapi tidak bisa dipungkiri lingkungan anak mengharuskan anak untuk bermain bersama sama dengan mainan yang sama. Seperti kalau di rumah nenek. Jiddan tiap sore bermain bersama kakak sepupunya yang berusia 5 tahun. Kakak sepupu jiddan ini meskipun sudah berusia 5 tahun namun saya lihat juga belum bisa betul - betul berbagi saat bermain. Saya melihat tiap kali mainan jiddan direbut oleh kakaknya atau sebaliknya, jiddan pasti marah. Dia menangis dan meminta lagi mainan tersebut. Dia hanya bisa diam setelah mainan tersebut dikembalikan ke dia.

Lalu kemarin jiddan saya ajak main ke rumah tetangga depan. Di sana ada anak kecil berusia 2 tahun. Jiddan sangat suka dengan anak tetangga saya ini. Mungkin karena mainan nya banyak dan hampir seusia jadi jiddan merasa cocok.

Awalnya jiddan dan si anak bermain bernyanyi bersama. Lalu tiba saat mainan milik tetangga dikeluarkan. Mainan apapun yang dipegang jiddan langsung si anak tetangga berteriak melarang dan langsung merebut dari tangan jiddan. Reaksi jiddan yang saya lihat sangat berbeda dari reaksi kalau mainan jiddan direbut kakak sepupunya. Jiddan hanya diam dan memilih mainan yang lain..sesekali dia hanya menunjuk mainan yang sudah direbut sambil bergumam tidak jelas.

Berulang2 diperlakukan seperti itu, jiddan hanya nampak agak takut dan mendekat ke arah saya sambil bergumam tidak jelas. Sampai akhirnya saya yang memintakan izin ke anak tersebut untuk meminjam mainannya sebentar. Tapi ternyata si anak tidak mau meminjamkan mainannya. Akhirnya jiddan saya beri pengertian dan ajak pulang. Jiddan pun sepertinya paham dan mau untuk diajak pulang.

Melatih kecerdasan : tissue untuk bersih-bersih

Beberapa minggu belakangan ini kosakata jiddan cukup banyak yang bertambah. Selain mama, ayah, kakak, uti, nama2 hewan, bus, truk. Ada yang lucu. Yaitu dia menyebut tissue dengan "tis".

Awalnya dia sering melihat saya membersihkan bekas makanan di meja dan lantai dengan tisu. Lalu saat dia dengan tidak sengaja menumpahkan makanan ke lantai.. Belum saya minta tolong untuk membersihkan tiba2 dia berlari ke arah tisu yang terletak di atas kulkas dan berteriak " tis...tis..tis...".

Saya pun agak kaget dan bingung "Oh.. Mau dilap pake tisu ya? Ini mama ambilin trus dilap ya.."

Setelah mendapat tisu dia segera mengelap lantai meskipun yaa belum bisa bersih banget.

Tapi.. Kadang kalau dia bongkar-bongkar diaper bag saya kalau dia nemu tisu basah langsung deh tu tisu dicabutin semua dan dipakai ngelap meja seperti di gambar bawah ini.. Hehehe. Tidak apa apa nak.. Meja nya jadi wangi..

Ikut ke Masjid. Mengembangkan kecerdasan spiritual

Saya dan suami paling favorit jika diberi kesempatan untuk berjamaah di masjid al ikhlas kronggahan. Suasana masjid terasa berbeda karena imam masjid dipimpin oleh pada hafidz yang suaranya luar biasa indah.

Hari itu kami bertiga sedang menuju ke arah jogja. Kebetulan saat adzan isya kami melewati masjid al ikhlas. Jadi kami berjamaah dahulu di sana. Kebetulan saya sedang berhalangan sehingga saya dan jiddan menunggu ayah shalat berjamaah.

Terakhir kali kesini saat jiddan masih berusia 13 bulan. Waktu itu jiddan baru awal awal bisa berjalan. Sehingga saat menunggu sholat jiddan berjalan kesana kemari dan naik tangga sampai saya merasa sangat lelah.

Kali ini saat masuk pintu masjid saya sounding dulu untuk tidak bermain kesana kemari seperti dulu. Kebetulan di halaman masjid disediakan tempat duduk serta minuman dan snack dari para dermawan. Jiddan saya ajak duduk bersebelahan dengan saya dan saya ambilkan pisang. Alhamdulillah dia mau makan pisang nya sampai habis 2 biji. Padahal kalau di rumah ga doyan.

Saat sholat dimulai..saya perlihatkan padanya barisan orang2 yang sedang sholat. Jiddan pun langsung ikut melihat sambil nunjuk2 dan bilang "Allah..Allah" tentunya dengan logat yang masih lucu. Tangannya juga bersedekap seperti menirukan orang sholat.

Meskipun sholat isya saat itu termasuk lama karena bacaan surat yang dibaca panjang. Jiddan tampak tidak bosan. Dia makan pisang sambil sekali-kali melihat orang yang sholat. Dia juga tidak beranjak dari kursi. Hanya sesekali berdiri dan manjat2 kursi sebentar. Saat ada seorang wanita bercadar duduk di depan kami, dia melihat ke arah nya lalu mengajak wanita itu tersenyum.

Subhanallah.. Semoga dengan cara seperti ini bisa mendekatkan jiddan dengan kebiasaan sholat berjamaah. Biarkan saat ini dia melihat dan memperhatikan dahulu. Sedikit demi sedikit dia pasti akan menirukan dan semoga bisa dia jadikan ibadah sebagai rutinitas kesehariannya.

#kecerdasan spiritual.